Santolo
Rasanya begitu menyenangkan ketika ada
seseorang yang mengajakku untuk berlibur ke pantai. Ya, anak anak dari UKM
Catur mengajakku untuk liburan ke pantai Santolo yang ada di Garut. Awalnya aku
ragu, pasalnya aku belum pernah ke luar kota tanpa orang tuaku selain ke Tasik
untuk pulang kampung saat lebaran (Sangat anak ibu ya, haha). Tapi rasa inginku
sangat tinggi, masalahnya siapa yang bisa menolak berlibur ke pantai dan itu
gratis? Haha. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, akhirnya aku pergi juga
ke Garut bersama dengan anak anak Catur lainnya.
Pada akhirnya, itu adalah pengalaman yang
sulit aku lupakan di sepanjang hidupku. Bertemu dengan orang orang baru yang
belum terlalu dekat denganku, namun mereka begitu merangkulku dengan erat
laiknya keluarga. Ada banyak hal yang membuatku rindu untuk kembali kesana.
Salah satunya adalah dinginnya air laut yang pada akhirnya dapat aku rasakan
kembali setelah sekian lama aku tak pernah ke pantai.
Senja di Pantai yang pada akhirnya begitu
kunikmati kedatangannya. Disusul deburan ombak yang berlarian ke bibir pantai.
Siapa sangka, seseorang yang awalnya begitu takut untuk mulai menapaki kakinya
masuk ke dalam air pantai kini menjadi orang yang paling merindukan saat saat
itu datang kembali. Kerang kerang yang aku temukan ketika sedang duduk di
pinggir pantai menambah keindahan senja kala itu, ditambah langit senja yang
perlahan mulai berubah menjadi jingga keunguan. Ah, sungguh manis.
Keesokan harinya, angin pagi menyambutku
dengan perasaan bahagia. Detik detik perpisahan dengan pantai yang tak ingin
aku lakukan. Sebelum pulang, aku sengaja berfoto dulu di atas sebuah batu
karang. Berharap untuk terakhir kalinya dapat menikmati pemandangan pantai
Santolo sebelum aku harus pulang. Suara ombak dan tenangnya air pantai
membuatku semakin tak ingin meninggalkan tempat itu.
Ah, indah nian kenangan yang pernah
terukir disana. Mengapa aku menuliskannya? Agar aku tak lupa bahwa dimasa silam
aku pernah datang ke tempat itu. Ke pantai Santolo yang sekarang begitu aku
rindukan. Karena bagiku, menulis adalah pengikat kenangan yang paling manis.
Akhir kata, aku tutup dengan sebuah coretan yang pernah aku buat.
Tolong sampaikan
pada butiran pasir, gemuruh ombak, birunya langit, tenangnya pantai, asinnya
air, desauan angin dan kerasnya batu karang. Bahwa sebagian ingatanku masih
tertinggal disana.
Ditempat yang
sama, saat pertama kali ingatanku mendarat disana hanya karena sebuah percikan
air dan gulungan ombak. Kapan lagi kita akan berjumpa?
-PS
Garut, 5-6
November 2016
With UKM Catur

Komentar
Posting Komentar