Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Kala Senja Tak Lagi Jingga (2)

Gambar
Part 2 Cinta Yang Hilang “Senja..” Ah sial, suara itu terdengar lagi. Membuat aku semakin merapatkan selimut dan bersembunyi dibaliknya. Namun, semakin aku mendengarnya, semakin aku mengenal tipe suaranya. “Senja, tolong buka jendelanya..” kali ini suara nya terdengar begitu putus asa. Astaghfirullah, aku tahu ini suara siapa. Aku bergegas membuka jendela dan tadaaa, Aul sudah berdiri didepanku memperlihatkan muka kusutnya yang berlinang air mata. Ia langsung memelukku dan menangis. “Ul, masuk dulu yuk..” Aku segera membuka seluruh bagian jendela agar Aul bisa masuk. Sudah beberapa menit berlalu, Aul masih menangis dalam pelukanku. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan, namun yang pasti, disaat-saat seperti ini yang ia butuhkan adalah tempat mengadu. Dan aku selalu siap untuk itu. “Ul, udah deh ga usah nangis terus. Nanti air mata kamu habis..” ucapku setengah ngelantur. “Kamu mau ngehibur apa ngeledek sih?” ujarnya masih dengan nada lirih. Aku ...

Ramadhan, Aku Belum Bisa Move On

Gambar
Nampaknya Ramadhan kali ini menorehkan sejuta perasaan bahagia untukku. Terlebih lagi di Ramadhan tahun ini ada banyak hal yang bisa aku pelajari. Ada banyak pengalaman yang aku lalui. Manis, asam, pahit, asin, sampai hambar. Pokoknya rame rasanya. Ini dimulai ketika temanku mengajakku untuk bergabung dengan grup ODOJ (Komunitas tilawah One Day One Juz). Saat itu aku kira aku belum siap, mengaji setengah juz saja masih belum bisa aku istiqomahkan. Apalagi satu juz? Aku pikir itu tak mungkin. Tapi untuk menyenangkan temanku dan tak enak juga karena ia telah mengajakku pada kebaikan, akhirnya aku bergabung walau dengan setengah hati. Luar biasa memang hasilnya. Awalnya aku merasa aku tak akan mampu, tapi Allah Maha Memudahkan jika memang hamba-Nya mau berusaha. Dan Alhamdulillah, aku mulai belajar istiqomah. Aku rasa ini adalah awal dari perbaikan hidupku. Meskipun sekarang aku masih belum bisa merasakan nikmat berlama-lama dengan Al-Qur’an, belum ...

Kala Senja Tak Lagi Jingga

Gambar
Part 1 Surat Misterius Hari masih pagi, namun sudah terdengar suara berisik dari arah dapur. Aku tau itu bukan ulah kucing tetangga sebelah yang hendak mencuri ikan goreng yang baru ibuku masak. Namun itu suara dua orang manusia yang sedang berdebat, beradu pendapat yang aku yakin tak akan pernah selesai hingga perang dunia ketiga jika tak ada yang mau mengalah. “Ja, aku mengandalkanmu” Raya menyikut lenganku. “Biarlah, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri” ucapku acuh. Ada rasa tak enak ketika aku mengatakan itu pada Raya, tapi toh, apa yang bisa kuperbuat? Melerai mereka yang nantinya akan berdebat lagi? Aku bicara pun tak didengar! “Ja, emang kalau aku ga ada dirumah mereka kaya gitu ya?” tanya Raya padaku. “Ya” jawabku agak malas. “Kalau kaya gini mending balik ke depok dah” “Aku juga mending rantau lah sekalian. Dirumah pun untuk apa? Hanya sekedar mendengar dua manusia saling mempertahankan ego masing-masing tanpa memikirkan...