Kala Senja Tak Lagi Jingga (2)
Part 2 Cinta Yang Hilang “Senja..” Ah sial, suara itu terdengar lagi. Membuat aku semakin merapatkan selimut dan bersembunyi dibaliknya. Namun, semakin aku mendengarnya, semakin aku mengenal tipe suaranya. “Senja, tolong buka jendelanya..” kali ini suara nya terdengar begitu putus asa. Astaghfirullah, aku tahu ini suara siapa. Aku bergegas membuka jendela dan tadaaa, Aul sudah berdiri didepanku memperlihatkan muka kusutnya yang berlinang air mata. Ia langsung memelukku dan menangis. “Ul, masuk dulu yuk..” Aku segera membuka seluruh bagian jendela agar Aul bisa masuk. Sudah beberapa menit berlalu, Aul masih menangis dalam pelukanku. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan, namun yang pasti, disaat-saat seperti ini yang ia butuhkan adalah tempat mengadu. Dan aku selalu siap untuk itu. “Ul, udah deh ga usah nangis terus. Nanti air mata kamu habis..” ucapku setengah ngelantur. “Kamu mau ngehibur apa ngeledek sih?” ujarnya masih dengan nada lirih. Aku ...